
Ket foto: iing Solichin(bertopi) saat kirim hasil panen bawang ke pasar induk Kramat Jati Jakarta (27/10/2025)
Brebesnew.com – Bawang merah (Allium cepa) merupakan komoditi utama bagi masyarakat Indonesia. Selain peran pentingnya sebagai bumbu penyedap masakan, kandungan nutrisi seperti vitamin C, asam folat, serat, minyak eteris, zat pengatur tumbuh alami auksin, dan giberelin menjadikan bawang merah bermanfaat bagi kesehatan.
Brebes adalah satu daerah yang sangat identik dengan bawang merah namun pada faktanya kini mulai tergerus dengan munculnya sentra penanaman bawang merah di seluruh indonesia. Petani di Brebes pun mulai merasakan dampak berupa kesulitan menjual bawang merah ke luar pulau atau antar provinsi karena masing-masing daerah mampu memenuhi kebutuhannya sendiri, bahkan pada beberapa panen raya terjadi surplus produksi. Hal bisa dirasakan langsung oleh petani bawang.
iing Solichin seorang petani bawang asal sengon Kec.Tanjung, Kab Brebes menceritan bagaimana ia menjadi petani selama 20 tahun dan yang dia rasakan adalah semakin sulit bertani bawang baik mulai pengadaan bibit, produksi sampai penjualan pasca panen.
“Beruntung , selama bertani bawang saya bisa menyekolahkan anak saya yang sekarang sudah bekerja di Jepang pada salah satu perusahaan pertanuan” ujar iing lirih sambil menghisap dalam-dalam rokok nya.
Harapannya sebagai petani bawang sungguh sangat sederhana. “Brebes, Kota Bawang Merah” iing menarik nafas dalam sesaat.
“Itu harus terus menjadi produsen bawang merah terbaik dengan hasil panen yang melimpah dengan didukung oleh sumber daya alam, inovasi pengetahuan pertanian dan semangat para petani yang terus berjuang membudidayakan bawang merah, Brebes akan tetap menjadi ikon”. Tambahnya penuh semangat.
Sebuah harapan yang sangat rasional mengingat bawang adalah urat nadi masyarakat Kabupaten Brebes.